Minggu, 20 Februari 2011

Tugas Bahasa Indonesia 2

0 komentar

TAJUK RENCANA,KOMPAS 07 FEBRUARI 2011

Pemberantasan Korupsi Terancam

Sekurang-kurangnya untuk fase sekarang, kecemasan itu yang kita rasakan. Pemberantasan korupsi terancam gagal. Sungguh ironis dan kontradiktif. Mengapa perasaan itu muncul? Kecemasan akan terancam gagalnya pemberantasan korupsi justru muncul saat langkah-langkah pemberantasan sedang mencapai periode klimaks. Apa dasar pendapat itu? kita saksikan pemerintah telah menegaskan komitmennya menuntaskan kasus perpajakan yang dilakukan Gayus Tambunan. Di antara komitmen itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menugaskan Wapres Boediono mempelajari secara komprehensif, termasuk mengambil langkah selanjutnya. Presiden mengatakan tidak saja menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi, tetapi juga siap melakukan tindak lanjut yang diperlukan. Jaksa Agung dan Kapolri bekerja sama dan bersinergi dengan KPK berkonsultasi dan akan mengambil tindakan konkret. Partai politik, antara lain lewat wakilnya di DPR, juga mengentakkan kembali komitmen dan kewibawaannya memberantas korupsi. Rakyat melalui berbagai forum menunjukkan kebulatan tekad dan dukungan. Korupsi sebagai fakta dan masalah akhir-akhir ini juga diungkapkan dengan fakta dan angka. Sebut, misalnya, fakta dan angka tentang 17 gubernur yang masih menjabat ataupun mantan gubernur serta pejabat lain di daerah di Indonesia yang terlibat korupsi, bahkan sudah menjadi tersangka. Jumlah dan beragam kasusnya membuat kita geleng-geleng kepala, sakit hati, sekaligus kecil hati. Perasaan prihatin dan gundah bertambah ketika KPK menahan sejumlah anggota DPR 1999-2004 dari beberapa fraksi. Tuduhan terhadap politisi anggota DPR itu sudah lama tersiar dan diketahui masyarakat. Sekalipun sudah lama diketahui, reaksi publik membangkitkan rasa prihatin yang mendalam dan meluas. Meski sebagai kabar-kabur sudah lama beredar, perasaan ”kaget” terasa kuat tatkala berita itu dibuka dengan ditangkapnya sejumlah politisi yang juga anggota DPR. Sementara itu, tampil pula suatu reaksi subyektif dan solider dari politisi satu partai, terutama dari sesama anggota DPR. Reaksi disertai semacam sikap dan aksi yang menimbulkan tanda tanya. Contohnya seberapa jauh reaksi sementara anggota DPR itu disertai rasa solidaritas. Sekurang-kurangnya dipertanyakan sikap Komisi III DPR menolak kehadiran dua unsur pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, dalam rapat DPR dengan KPK. Seberapa jauh dipengaruhi oleh ditahannya anggota DPR yang terlibat kasus cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Apa yang kita khawatirkan dari perkembangan tersebut? Kita khawatir seberapa jauh kasus itu dan juga kasus seperti Bank Century bisa memengaruhi kebulatan tekad publik untuk benar-benar dan secara konsisten serta konsekuen memberantas korupsi? Kita cemas dan khawatir jika kebulatan tekad dan komitmen itu surut lagi dan terbagi-bagi lagi kebulatan tekad kita bersama.

Kesimpulan :

Kesimpulan dari tajuk yang di atas, menurut saya itu sudah tidak heran lagi karena korupsi itu sendiri sudah merajalela di negeri ini. Dari zaman dahulu sampai zaman sekarang untuk memberantaskan korupsi itu memang sulit, karena pemerintah di negeri ini juga kurang tegas dalam menyelesaikan masalah korupsi yang ada.

Belakangan ini sudah banyak sekali kasus korupsi yang sudah mulai terungkap yang di tangani oleh kpk sendiri, contoh nya kasus gayus dan bank century, walaupun sampai sekarang belum selesai juga. Bank century sudah lama diselidiki, tapi ketika ada kasus yang baru lagi sepengetahuan saya kasus bank century sudah tidak terdengar lagi , kemana kasus itu berjalan? Apakah masih ada bagian pemerintah yang menyelidikinya?

Selain itu juga saya juga memperhatikan berita-berita tengtang gayus yang seharusnya pemerintah bertindak tegas dalam menyikapi nya. Berkali-kali gayus bisa pergi kemana aja dengan bebas padahal dia sedang di tahan, knp itu bisa terjadi? Mungkin memang pemerintahan di sini haus akan uang, dengan uang semua nya bisa terjadi yang padahal itu tidak diperbolehkan. Tapi di sini yang memeriksa gayus adalah polisi, kenapa bukan langsung kpk saja? Mungkin kalau kpk yang menangani dan menyelidiki kasus gayus ini masalah nya akan lebih mudah terselesaikan.

Ada kekecewaan juga dari para masyarakat indonesi, kita semua heran kenapa para pejabat, seperti 17 gurbenur yang sudah menjadi tersangka korupsi tetapi mereka masih menjabat menjadi gurbenur. Seharusnya mereka tidak boleh menjadi gurbenur lagi, mereka harus menyelesaikan masalah nya sampai tuntas. Memang benar pemebrantasan korupsi di negeri ini mulai terancam, keadilan tidak di tegakan di negeri ini, yang mempunyai duit banyak lah yang berkuasa di negeri. Sebagai masyarakat saya memohon agar para pemerintah dan bagian yang menangani korupsi harus bertindak sangat tegas dalam menyelesaikan korupsi yang tidak ada habis nya ini.

# dari paragraf tajuk di atas menurut daya itu termasuk paragraf deduktif karena pikiran utama nya berada di awal paragraf.

Selasa, 30 November 2010

Program menu penjumlahan dan pengurangan pada cobol

1 komentar
CODING :
identification division.
program-id. Latih1.
environment division.
data division.
working-storage section.
01 var.
02 pil pic 9(2).
77 total pic 999(2).
77 nilai1 pic 99(2).
77 nilai2 pic 99(2).
screen section.
01 cls.
02 blank screen.
01 menu.
02 line 7 column 10 value ' menu '.
02 line 8 column 6 value '------------------'.
02 line 9 column 6 value '1. jumlah '.
02 line 10 column 6 value '2. kurang'.
02 line 11 column 6 value '3. exit'.
02 line 12 column 6 value '------------------'.
02 line 13 column 8 value 'pilihlah : '.
02 column plus 2 pic 9 to pil.
procedure division.
oke.
display cls.
display menu.
accept menu.
if pil = 1 go to mulai.
if pil = 2 go to lanjut.
if pil = 3 go to selesai.
mulai.
display cls.
display (7, 9) 'menjumlahkan 2 nilai'.
display (9, 9) 'nilai1 :'.
accept ( , ) nilai1.
display (10, 9) 'nilai2 :'.
accept ( , ) nilai2.
display (11, 9) '___________________'.
compute total= nilai1 + nilai2.
display (12, 9) 'total = ', total.
stop".
go to oke.
lanjut.
display cls.
display (7, 9) 'mengurangakan 2 nilai'.
display (9, 9) 'nilai1 :'.
accept ( , ) nilai1.
display (10, 9) 'nilai2 :'.
accept ( , ) nilai2.
display (11, 9) '___________________'.
compute total= nilai1 - nilai2.
display (12, 9) 'total = ', total.
stop".
go to oke.
selesai.
display cls.
stop run.
stop run.
OUTPUT :












Algoritma menggambar garis pada grafik komputer

0 komentar

Menggambar GARIS

1. Input 2 endpoints, simpan endpoints kiri sebagai (x0, y0).

2. Panggil frame buffer (plot titik pertama)

3. Hitung konstanta ∆x, ∆y, 2∆y, 2∆y–2∆xdan nilai awal parameter keputusan p0= 2∆y –∆x

4. Pada setiap xk sepanjang garis, dimulai dari k=0, ujilah :

Jika pk<>

plot(xk+1, yk) dan (negatif)

pk+1= pk+ 2∆y

Jika tidak maka

plot (xk+1, yk+1) dan (positif)

pk+1= pk+ 2∆y -2∆x

5. Ulangi tahap 4 ∆xkali

Contoh soal:

Hitunglah posisi piksel hingga membentuk sebuah garis yang menghubungkan titik (8,6) dan (15,12) !

jawab :


1.(x0, y0) =(8,6)

2.∆x = 15-8=7

∆y = 12-6=6

2∆y =2(6)=12

2∆y–2∆x =12-2(7)=-2

3.p0= 2∆y –∆x = 12-7=5


K

Pk

(Xk+1,Yk+1)

0

5

(9,7)

1

pk+1= pk+ 2∆y -2∆x

5+(-2)=3

(10,8)

2

pk+1= pk+ 2∆y -2∆x

3+(-2)=1

(11,9)

3

pk+1= pk+ 2∆y -2∆x

1+(-2)=-1

(12,9)

4

pk+1= pk+ 2∆y

-1+12=11

(13,10)

5

pk+1= pk+ 2∆y -2∆x

11+(-2)=9

(14,11)

6

pk+1= pk+ 2∆y -2∆x

9+(-2)=7

(15,12)

SIA (SISITEM INFORMASI AKUNTASI)

0 komentar
SIA adalah suatu sistem yang terdiri dari manusia dan komputer yang membentuh suatu informasi uang.

Komponen-komponen SIA:
- manusia
- procedure
- data
- software
- infrastruktur teknologi informasi

Tujuan SIA:
- mengumpulkan data dan menyimpan data yang bersifat transaksi keuangan
- memproses data menjadi informasi untuk pengambilan keputusan
- menyediakan pengendalian yang memadai untuk melindungi aset-aset perusahaan

Rantai nilai : Aktivitas utama dan pendukung
- inbound logistic
- operasi
- outbound logistic
- pemasaran dan penjualan
- pelayanan

Aktivitas pendukung ( perusahaan )
- infrastruktur perusahhan
- sdm
- pembelian
-teknologi

Peranan SIA dalam rangkaian nilai :
- sebagai infrastruktur
- memberikan informasi yang tepat dan akurat untuk mengambil keputusan


Senin, 29 November 2010

Program Menu Pada C++

0 komentar
Coding :

#include
#include
int m[5][5],a,b,c,d;
int pil,UTS,UAS;
float final;
char nama[30],npm[9],kelas[5];
void main()
{

menu:
cout<<"+++++ menu +++++"<
cout<<" 1.biodata"<
cout<<" 2.kondisi"<
cout<<" 3.matrik"<
cout<<" 4.exit"<
cout<<"++++++++++++++++"<
cout<<"masukkan pilihan : ";cin>>pil;
cout<
switch(pil)
{
case 1:
cout<<"nama saya: ";cin>>nama;
cout<<"npm saya: ";cin>>npm;
cout<<"kelas saya: ";cin>>kelas;
cout<
cout<<"nama saya:"<<
cout<<"npm saya:"<<
cout<<"kelas saya:"<<
cout<
goto menu;
case 2:
cout<<"nilai UTS: ";cin>>UTS;
cout<<"nilai UAS: ";cin>>UAS;
final= (UTS+UAS)/2;
if (final >=60)
cout<<"ANDA LULUS"<
else
cout<<"ANDA TAK LULUS"<
cout<
goto menu;
case 3:
cout<<"masukan kolom :";cin>>a;
cout<<"masukan baris :";cin>>b;
int m[10][10];
for (c=1;c<=a;c++)
{
for (d=1;d<=b;d++)
{
cout<<"\n input ["<<<"]["<<<>>m[c-1][d-1];}}
for (c=1;c<=a;c++)
{
for (d=1;d<=b;d++)
{
cout<<<">
}
cout<<"\n";
}
cout<<"\n";
for (c=1;c<=a;c++)
{
for (d=1;d<=b;d++)
{
cout<<<">
}
cout<<"\n";
}
case 4:
cout<<"selesai";
}
}



Output:




ANN (Artifical Neural Network)

0 komentar

Jaringan syaraf turunan merupakan cabang ilmu multidisiplin yang meniru cara kerja otak makhluk hidup. Salah satu struktur yang ditiru adalah bentuk neuronnya/sel saraf. Jaringan syaraf tiruan dapat menyelesaikan persoalan yang rumit/tidak mungkin jika diselesaikan secara konvensional. ANN adalah sistem komputasi dimana arsitektur dan operasi ilhami dari pengetahuna tentang sel saraf biologi di dalam otak.

Otak manusia dan juga hewan terdiri atas sel-sel yang disebut neuron. Dibandingkan dengan sel-sel lain yang selalu memproduksidirinya kemudian mati neuron memiliki keistimewaan yaitu tidak mati, hal ini menyebabkan informasi yang tersimpan di dalamnya dapat bertahan. Diperkirakan otak manusia terdiri atas 109 neuron dan terdapat 100 jenis neuron yang telah diketahui.

Gambar Neuron:

Pada gambar tersebut terdapat bagian-bagian dendrit yang berfungsi sebagai saluran masukkan bagi neuron, nukleus merupakan inti dari suatu neuron, akson berfungsi sebagai saluran keluaran dari neuron dan synapsis yang mengatur kekuatan hubungan neuron.

Perbedaan antara sistem pakar dan ANN:

Ø Sistem Pakar

- Dalam pemecahan masalah masih membutuhkan bantuan programmer

- Pengetahuan dibuat oleh programmer sehingga pengetahuan dapat ditelusuri proses pembuatannya.

- Sample yang inputnya cacat tidak dapat menhasilkan output

ANN

- Dapat memecahkan masalah/kasus yang rumit yang tidak dapat dilakukan oleh sistem pakar

- Pengetahuan terbentuk dengan sendirinya

- Dapat menghasilkan output walaupun inputnya cacat


ARSITEK ANN

Penjelasan:

1) Input layer

Berfungsi sebagai penghubung jaringan ke dunia luar/sumber data. Neuron ini tidak melakukan perubahan apapun terhadap data tetapi hanya meneruskan data kelapisan berikutnya.

2) Hyden layer

Suatu jaringan dapat memiliki lbih dari satu hyden layer atau tidak memilikinya sama sekali, jika memiliki lebih dari satu layer, maka lalpisan terbawah yang menerima masukkan dari lapisan input.

Rumus :

Net(j) w( ji ) .O( i ) + w( j )

Keterangan:

Net = besarnya nilai masukkan neuron ke-j

W= kekuatan hubungan antara neuron

O= nilai keluaran neuron ke-i


3) Output layer

Prinsip kerja neuron pada lapisan ini dama dengan prinsip kerja neuron hyden layer, dan disini juga digunakkan fungsi signoid, tapi keluaran pada lapisan ini sudah dianggap dari hasil lapisan proses.



Program Menu Java

0 komentar
Output program :


Coding program :

import java.io.*;

import javax.swing.*;

class menu

{

public static void main(String[]args)

{

do

{

String temp = JOptionPane.showInputDialog ("----=| MENU |=---- \n1. Biodata \n2. Nilai UTS UAS \n3. Deret \n4. Keluar");

int pilihan = Integer.parseInt(temp);

switch (pilihan)

{

case 1:

String nama = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Nama Anda :");

String npm = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan NPM Anda :");

String kelas = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Kelas Anda :");

JOptionPane.showMessageDialog(null, "Nama "+nama+ "\n Npm "+npm+ "\n Kelas "+kelas);

break;

case 2 :

String temp1 = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Nilai UTS : ");

int uts = Integer.parseInt(temp1);

String temp2 = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Nilai UAS : ");

int uas = Integer.parseInt(temp2);

double total = (uts*0.7)+(uas*0.3);

if ((total>=80)&&(total<=90))

{

JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Akhir Anda :"+total+"\nAnda Lulus dengan nilai A");

}

else if ((total>=70)&&(total<=79))

{

JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Akhir Anda :"+total+"\nAnda Lulus dengan nilai B");

}

else if ((total>=60)&&(total<=69))

{

JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Akhir Anda :"+total+"\nAnda Lulus dengan nilai C");

}

else if ((total>=50)&&(total<=59))

{

JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Akhir Anda :"+total+"\nAnda Lulus dengan nilai D");

}

else

{

JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Akhir Anda :"+total+"\nAnda Lulus dengan nilai E");

}

break;

case 3 :

String temp3 = JOptionPane.showInputDialog (" Masukkan Jumlah Deret:");

int deret =Integer.parseInt(temp3);

String hasil = " ";

for (int i = 1 ;i<= deret ;i++ )

{

for (int j = 1;j<= i ;j++ )

{

hasil = hasil+j;

}

hasil = hasil+"\n";

}

JOptionPane.showMessageDialog(null,hasil);

break;

case 4 :

JOptionPane.showMessageDialog(null,"Terimakasih");

System.exit(0);

break;

default :

JOptionPane.showMessageDialog(null,"Pilihan Hanya 1 s/d 4!!!");

}

}

while(true);

}

}